Kamis, 10 April 2014

BENTUK METODE DARI SEBUAH PUISI



BENTUK METODE DARI SEBUAH PUISI

A. Pendekatan Kesusastraan

Ilmu Budaya Dasar pada kali ini berkaitan dengan budaya yang ada dalam keseharian dan budaya bangsa. Ada istilah Humanities yang berasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus. Hal ini tentunya sangat baik jika kita pelajari, karna kita akan mendapatkan ciri dari manusia yang baik dalam bermasyarakat. Istilah Humanities berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnya seperti filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk satra, sejarah, cerita rakyat, dsb. Dari semua itu intinya adalah mempelajari masalah manusia dan kebudayaan.

Contohnya saja dalam bidang kesenian, seni adalah suatu ekspresi dari jiwa manusia. Segala kebebasan hasil karya dari manusia bebas dituangkan dalam ekspresi seni. Seni lebih berbicara banyak dalam kebudayaan, bahkan budaya dapat menggambarkan ciri dari suatu bangsa yang bermartabat.

B. Ilmu Budaya dan Puisi

Ilmu budaya atau humanities, ilmu yang dimiliki manusia erat hubungannya dengan kesusastraan, maka ilmu budaya juga erat hubungannya dengan seni yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai puisi.

Puisi merupakan salah satu karya sastra yang paling digemari oleh mereka yang gemar mencari arti atau makna yang tersirat didalam puisi itu sendiri. Menurut pengertiannya puisi itu adalah curahan perasaan yang terkadang begitu berarti mendalam bagi penulisnya, karena tidak dapat dituangkan dalam sekedar kata-kata. Dan kali ini saya akan mencoba menganalisis puisi yang berjudul “Ibu” karya Chairil Anwar, yang merupakan seorang penulis puisi ternama.

IBU

Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu…..

Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu…..

Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun…..
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu….

Ibu….

Aku sayang padamu…..
Tuhanku….
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…..

1. Struktur Fisik

Diksi

Untuk ketepatan pemilihan kata sering kali penyair menggantikan kata yang dipergunakan berkali-kali yang dirasa belum tepat, diubah kata-katanya.
Seperti pada baris kedua:
Bait pertama
‘Pernah Aku di tegur’
Merupakan pengganti dari kata ‘Nasehat’.
‘Katanya membaiki kelemahan’
dapat berarti ‘Menguatkan mental hidup di dunia yang keras’
‘Katanya supaya aku pandai’
dapat berarti ‘Memiliki pengalaman hidup dan kemampuan dalam diri’.

Kata Konkret 
Dalam puisi ini terlihat pada bait terakhir dan larik terakhir pada puisi, disana dituliskan, disini penyair berusaha menggambarkan secara nyata dari keadaan konkret/ sebenarnya.

Imaji/Citraan 
Melalui diksi dan kata nyata yang digunakan, penyair berupaya menumbuhkan pembayangan para penikmat sajak-sajaknya. Semakin kuat dan lengkap pembayangan yang dapat dibangun oleh penikmat sajak-sajaknya, maka semakin berhasil citraan yang dilakukan penyair. Di dalam sajak ini terdapat beberapa pengimajian, diantaranya :

Setiap kali aku tersilap (Imaji Rasa)
Dia hukum aku dengan nasihat (Imaji Rasa)
Setiap kali aku kecewa (Imaji Rasa)
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat (Imaji Rasa)
Setiap kali aku dalam kesakitan (Imaji Rasa)
Dia ubati dengan penawar dan semangat (Imaji Rasa)
Dan Bila aku mencapai kejayaan (Imaji Rasa)
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan (Imaji Rasa)
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu (Imaji Penglihatan)

Bahasa Figuratis
merupakan bahasa kiasan yang mengandung majas, maksud dari penggunaan majas ini adalah memperdalam makna yang ada pada puisi, bahasa figuratif ini adalah cara yang sering digunakan penulis untuk membangkitkan imajinasi dengan menggunakan gaya bahasa.


Verivikasi dalam puisi ini dilihat dari penggalan kata, koma atau longkap spasi pada kata, hal ini akan jelas terlihat ketika kita membacanya.

Tata Wajah
Tata wajah adalah tatanan pada larik, bait, kalimat, frase, kata dan bunyi yang menghasilkan suatu bentuk fisik yang mendukung isi, rasa, dan suasana.

2. Struktur Batin Puisi

Struktur batin puisi adalah unsur pembangun puisi yang tidak tampak langsung dalam penulisan kata-katanya. Struktur batin puisi dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Tema
Puisi ‘Ibu’ karya Chairil Anwar di atas mengungkapkan tema tentang kasih sayang seorang ibu penuh dengan pengorbanan, perjuangan dan doa seorang ibu seperti pada baris kelima belas sampai dua puluh dua :

‘Setiap kali aku tersilap’
‘Dia hukum aku dengan nasihat’
‘Setiap kali aku kecewa’
‘Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat’
‘Setiap kali aku dalam kesakitan’
‘Dia ubati dengan penawar dan semangat’
‘Dan Bila aku mencapai kejayaan’
‘Dia kata bersyukurlah pada Tuhan’

Perasaan
Perasaan atau rasa merupakan salah satu unsur isi yang dapat mengungkapkan sikap penyair pada pokok persoalan puisi. Pada puisi di atas merupakan eskpresi jiwa penyair yang menyayangi sosok seorang ibu. Di sana penyair tidak mau meniru atau menyatakan kenyataan alam, tetapi mengungkapkan sikap jiwanya yang ingin berkreasi. Sikap jiwa “Aku sayang padamu”, ia menyayangi sosok Ibu jiwanya terikat oleh seorang Ibu, apapun yang terjadi, ia ingin selalu menyayangi seorang Ibu. Uraian di atas merupakan yang dikemukakan dalam puisi ini semuanya adalah sikap chairil yang lahir dari ekspresi jiwa penyair.

Kata Nyata
Secara makna, puisi Ibu tidak menggunakan kata-kata yang terlalu sulit untuk dimaknai, bukan berarti dengan kata-kata tersebut lantas menurunkan kualitas dari puisi ini. Sesuai dengan judul sebelumnya, puisi tersebut menggambarkan tentang kasih sayang seorang ibu, kepada anak nya, seperti Ibunda Chairil Anwar, pengalaman pribadi yang ditumpahkan didalam puisi ‘Ibu’.

Amanat
Amanat dalam Puisi ‘Ibu’ karya Chairil Anwar yang dapat saya simpulkan dan  dapat kita rumuskan adalah sebagai berikut :
·   Seorang Ibu yang tegar, kokoh, terus berjuang, pantang mundur meskipun   rintangan menghadang demi anaknya.
·   Seorang Anak yang penuh harapan untuk membalas kebaikan seorang ibu yang tanpa batas.
·   Manusia harus mempunyai semangat untuk maju dalam berkarya agar pikiran dan semangatnya itu dapat hidup selama-lamanya atas berkat doa Ibu.

Kesimpulan

Dari ulasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap seniman atau sastrawan dalam membuat suatu karyanya dapat menggunakan berbagai macam cara. Salah satu caranya dengan mengekspresikan karyanya sebagai gundahan, gejolak, pengalaman, bayang-bayang yang sebagai media penyaluran karyanya untuk dapat dinikmati oleh umum. Kiasan-kiasan yang dilontarkan oleh Chairil Anwar dalam puisinya menunjukan bahwa di dalam dirinya mencoba memetaforakan akan bahasa yang digunakan yang bertujuan menghidupkan langsung dari jiwa. Dengan kiasan-kiasan itu gambaran menjadi nyata, berupa citra-citra yang dapat diindra, gambaran menjadi nyata, seolah dapat dilihat, dirasakan kasih sayangnya. Di samping itu kiasan-kiasan tersebut menyebabkan kepadatan sajak. Untuk menyatakan kasih sayang yang nyala-nyala untuk digunakan pernyataan “aku sayang padamu”. Jadi, disini kelihatan gambaran bahwa si penulis penuh vetalitas mau mereguk hidup ini dengan kasih sayang seorang ibu selama-lamanya. Jadi dapat ditafsirkan bahwa Chairil Anwar dalam puisi “Ibu” dapat didefinisikan sebagai bentuk pemetaforaan bahasa atau kiasan.

Demikian saya telah mengemukakan pendapat saya tentang puisi berjudul ‘Ibu’ karya Chairil Anwar.

Sumber Referensi :
http://www.bimbie.com/unsur-unsur-puisi.htm

Rabu, 26 Maret 2014

BENTUK METODE DARI SEBUAH PUISI



BENTUK METODE DARI SEBUAH PUISI

Puisi merupakan salah satu karya sastra yang paling digemari oleh mereka yang gemar mencari arti atau makna yang tersirat didalam puisi itu sendiri. Menurut pengertiannya puisi itu adalah curahan perasaan yang terkadang begitu berarti mendalam bagi penulisnya, karena tidak dapat dituangkan dalam sekedar kata-kata. Dan kali ini saya akan mencoba menganalisis puisi yang berjudul “Ibu” karya Chairil Anwar, yang merupakan seorang penulis puisi ternama.

IBU

Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu…..

Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu…..

Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun…..
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu….

Ibu….
Aku sayang padamu…..
Tuhanku….
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…..
 
Diksi
Untuk ketepatan pemilihan kata sering kali penyair menggantikan kata yang dipergunakan berkali-kali yang dirasa belum tepat, diubah kata-katanya.
Seperti pada baris kedua:

Bait pertama
‘Pernah Aku di tegur’
Merupakan pengganti dari kata ‘Nasehat’.
‘Katanya membaiki kelemahan’
dapat berarti ‘Menguatkan mental hidup di dunia yang keras’
‘Katanya supaya aku pandai’
dapat berarti ‘Memiliki pengalaman hidup dan kemampuan dalam diri’.

Tema
Puisi ‘Ibu’ karya Chairil Anwar di atas mengungkapkan tema tentang kasih sayang seorang ibu penuh dengan pengorbanan, perjuangan dan doa seorang ibu seperti pada baris kelima belas sampai dua puluh dua :

‘Setiap kali aku tersilap’
‘Dia hukum aku dengan nasihat’
‘Setiap kali aku kecewa’
‘Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat’
‘Setiap kali aku dalam kesakitan’
‘Dia ubati dengan penawar dan semangat’
‘Dan Bila aku mencapai kejayaan’
‘Dia kata bersyukurlah pada Tuhan’

Kata Nyata
Secara makna, puisi Ibu tidak menggunakan kata-kata yang terlalu sulit untuk dimaknai, bukan berarti dengan kata-kata tersebut lantas menurunkan kualitas dari puisi ini. Sesuai dengan judul sebelumnya, puisi tersebut menggambarkan tentang kasih sayang seorang ibu, kepada anak nya, seperti Ibunda Chairil Anwar, pengalaman pribadi yang ditumpahkan didalam puisi ‘Ibu’.

Pengimajian
Melalui diksi dan kata nyata yang digunakan, penyair berupaya menumbuhkan pembayangan para penikmat sajak-sajaknya. Semakin kuat dan lengkap pembayangan yang dapat dibangun oleh penikmat sajak-sajaknya, maka semakin berhasil citraan yang dilakukan penyair. Di dalam sajak ini terdapat beberapa pengimajian, diantaranya :

Setiap kali aku tersilap (Imaji Rasa)
Dia hukum aku dengan nasihat (Imaji Rasa)
Setiap kali aku kecewa (Imaji Rasa)
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat (Imaji Rasa)
Setiap kali aku dalam kesakitan (Imaji Rasa)
Dia ubati dengan penawar dan semangat (Imaji Rasa)
Dan Bila aku mencapai kejayaan (Imaji Rasa)
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan (Imaji Rasa)
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu (Imaji Penglihatan)

Perasaan
Perasaan atau rasa merupakan salah satu unsur isi yang dapat mengungkapkan sikap penyair pada pokok persoalan puisi. Pada puisi di atas merupakan eskpresi jiwa penyair yang menyayangi sosok seorang ibu. Di sana penyair tidak mau meniru atau menyatakan kenyataan alam, tetapi mengungkapkan sikap jiwanya yang ingin berkreasi. Sikap jiwa “Aku sayang padamu”, ia menyayangi sosok Ibu jiwanya terikat oleh seorang Ibu, apapun yang terjadi, ia ingin selalu menyayangi seorang Ibu. Uraian di atas merupakan yang dikemukakan dalam puisi ini semuanya adalah sikap chairil yang lahir dari ekspresi jiwa penyair.

Amanat
Amanat dalam Puisi ‘Ibu’ karya Chairil Anwar yang dapat saya simpulkan dan  dapat kita rumuskan adalah sebagai berikut :

  • Seorang Ibu yang tegar, kokoh, terus berjuang, pantang mundur meskipun   rintangan menghadang demi anaknya. 
  • Seorang Anak yang penuh harapan untuk membalas kebaikan seorang ibu yang tanpa batas. 
  • Manusia harus mempunyai semangat untuk maju dalam berkarya agar pikiran dan semangatnya itu dapat hidup selama-lamanya atas berkat doa Ibu.

Kesimpulan
Dari ulasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap seniman atau sastrawan dalam membuat suatu karyanya dapat menggunakan berbagai macam cara. Salah satu caranya dengan mengekspresikan karyanya sebagai gundahan, gejolak, pengalaman, bayang-bayang yang sebagai media penyaluran karyanya untuk dapat dinikmati oleh umum. Kiasan-kiasan yang dilontarkan oleh Chairil Anwar dalam puisinya menunjukan bahwa di dalam dirinya mencoba memetaforakan akan bahasa yang digunakan yang bertujuan menghidupkan langsung dari jiwa. Dengan kiasan-kiasan itu gambaran menjadi nyata, berupa citra-citra yang dapat diindra, gambaran menjadi nyata, seolah dapat dilihat, dirasakan kasih sayangnya. Di samping itu kiasan-kiasan tersebut menyebabkan kepadatan sajak. Untuk menyatakan kasih sayang yang nyala-nyala untuk digunakan pernyataan “aku sayang padamu”. Jadi, disini kelihatan gambaran bahwa si penulis penuh kekuatan mau mereguk hidup ini dengan kasih sayang seorang ibu selama-lamanya. Jadi dapat ditafsirkan bahwa Chairil Anwar dalam puisi “Ibu” dapat didefinisikan sebagai bentuk pemetaforaan bahasa atau kiasan.

Demikian saya telah mengemukakan pendapat saya tentang puisi berjudul ‘Ibu’ karya Chairil Anwar.






Senin, 11 November 2013

Ilmu Sosial Dasar

Banjir di Tanjung Barat, Jokowi Keluhkan Warga yang Buang Sampah di Selokan

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, meninjau kompleks perumahan Tanjung Mas Raya, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, yang sering kebanjiran. Ternyata selokan di sana penuh lumpur dan sampah sehingga air tidak bisa mengalir.

Itulah pemandangan yang disaksikan Jokowi, Senin (11/11/2013) di Jl Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Kawasan yang kemarin sempat banjir ini ternyata memiliki drainase yang buruk.

Air selokan hanya menggenangi parit tersebut. Tak hanya itu, ia juga sempat turun ke dalam selokan yang kering untuk melihat penyebab aliran air yang tidak mengalir.

"Coba kamu lihat, ini yang bikin kering dan tidak mengalir apa? Itu, sampah semua," ujar Jokowi sambil menunjuk kolong parit tersebut.

"Ini karena warga buang sampah sembarangan. Semua selokan problemnya sama," gerutunya. Tanpa tunggu lama, Jokowi lantas meminta petugas PU untuk mengeruk lumpur dan sampah.

"Pokoknya minggu depan sudah dikeruk Pak,' perintahnya pada petugas PU wilayah Jakarta Selatan.

Sumber : http://m.detik.com/news/read/2013/11/11/161405/2409650/10/banjir-di-tanjung-barat-jokowi-keluhkan-warga-yang-buang-sampah-di-selokan

Opini : Menurut pendapat saya masalah ini terjadi karena kurangnya kepedulian masyarakat terhadap sampah, sulitnya untuk meningkatkan kesadaran dalam menerapkan sikap (Lihat Sampah Ambil), terlebih lagi mereka merasa gengsi untuk mengambil atau memungut sampah yang mereka lihat berserakan di lingkungan sekitarnya karena mereka merasa bahwa sampah itu bukanlah miliknya. Dan pemerintah juga kurang tegas dalam mengatasi masalah tersebut.

Meskipun ini merupakan masalah yang sepele tetapi dapat berdampak besar terutama bagi kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan. Adapun solusi yang bisa dilakukan oleh pemerintah yaitu menyediakan tempat–tempat sampah yang lebih banyak lagi di tempat–tempat umum, seperti pasar tradisional, terminal, halte, dan terutama di tempat yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Tempat sampah yang disediakan dapat dibedakan menjadi dua jenis sesuai dengan jenis sampahnya.

Selain itu pemerintah dituntut untuk bertindak tegas dalam memberikan sanksi bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Sanksinya dapat berupa denda, itu bertujuan agar masyarakat lebih disiplin dan tidak membuang sampah sembarangan lagi. Sebaiknya pemerintah  memberikan penghargaan setiap bulannya kepada lingkungan yang benar-benar bersih dari sampah sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap lingkungan itu. Dengan adanya penghargaan tersebut hendaknya membuat masyarakat lebih termotivasi lagi dalam menjaga kebersihan lingkungannya.

Karena apabila lingkungan di sekitar kita bersih dari sampah yang berserakkan, maka lingkungan kita akan terhindar dari polusi, penyakit, dan bencana banjir.


Senin, 21 Oktober 2013

Masalah sosial Kemacetan

Gambar
Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk, misalnya Jakarta dan Bangkok.
Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Penyebab kemacetan

Kemacetan dapat terjadi karena beberapa alasan:
  • Arus yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan
  • Terjadi kecelakaan terjadi gangguan kelancaran karena masyarakat yang menonton kejadian kecelakaan atau karena kendaran yang terlibat kecelakaan belum disingkirkan dari jalur lalu lintas,
  • Terjadi banjir sehingga kendaraan memperlambat kendaraan
  • Ada perbaikan jalan,
  • Bagian jalan tertentu yang longsor,
  • Kemacetan lalu lintas yang disebabkan kepanikan seperti kalau terjadi isyarat sirene tsunami.
  • Karena adanya pemakai jalan yang tidak tahu aturan lalu lintas, spt : berjalan lambat di lajur kanan dsb.
  • Adanya parkir liar dari sebuah kegiatan.
  • Pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan melewati area tersebut.
  • Pengaturan lampu lalu lintas yang bersifat kaku yang tidak mengikuti tinggi rendahnya arus lalu lintas
Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang besar yang antara lain disebabkan:
  • Kerugian waktu, karena kecepatan perjalanan yang rendah
  • Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih rendah,
  • Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih tinggi,
  • Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal,
  • Meningkatkan stress pengguna jalan,
  • Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya
Opini :
Menurut saya sebenernya kemacetan itu bisa diatasi jika:
- memperlebar jalan.
-merubah lalu lintas menjadi jalan satu arah.
-membuat jalur khusus bus dan motor.
-mengembangkan angkutan masal seperti kereta api.
-memperbanyak angkutan umum dan memperbaiki layanannya.
-membatasi kepemilikan kendaraan pribadi.
Mari kita kembali kepada diri masing-masing.

Senin, 14 Oktober 2013

tugas ilmu sosial dasar



Nama : Nurika Fathin Oktarina
NPM : 16113679
Kelas : 1KA17
Kenakalan Remaja

Pada jaman sekarang,di era globalisasi, banyak hal yang berubah. Pergaulan remaja adalah contoh kecil dari sekian banyak akibat dari globalisasi.Pergaulan remaja sudah tidak ada batasnya. Banyak remaja yang melakukan hal-hal yang sangat merugikan dirinya dan orang lain.
Ada 3 hal yang menyebabkan kenakalan remaja bisa terjadi
- Keluarga
- Pergaulan
- Remaja itu sendiri
1. Keluarga
Keluarga merupakan hal yang paling pertama dalm mencegah pergaulan remaja yang tidak baik.Contohnya saja bagimana kondisi keluarga tersebut atau cara mendidik orang tua terhadapa anaknya.Kelurga yang broken home bisa menyebabkan anak menjadi nakal karena dia tidak betah melihat kondisi keluarganya.Keluarga merupakan hal yang paling penting, karena dari sanalah anak dapat mengerti bagaimana pentingya arti kasih saying.Cara mendidik orang tua juga berperan dalam hal ini,ketika orang tua otoriter, maka yang kita sebut sebagai kenakalan remaja akan muncul dalam artian ingin memberontak. Sementara kalo ortu permisif, remaja malah akan mencari-cari perhatian dengan segala tingkah lakunya yang kemungkinan besar menjurus ke kenakalan remaja.
2. Pergaulan
Teman dan sahabat merupakan suatu kebutuhan karena merekalah yang dapat mengerti kita.Tanpa kita sadari mereka juga bisa menjerumuskan kita ke dalam hal-hal yang buruk..
3. Remaja Itu Sendiri
Saat kita beranjak dwasa banyak hal-hal baru yang belum kita ketahui.Oleh karenanya banyak remaja yang ingin mencari tahu sendiri bagaima sih rasanya??? Rasa keingin tahuan remaja merupakan saat puncak di mana seorang anak beranjak menjadi dewasa.

Contoh dari kenakalan remaja, banyak remaja yang mencontoh cara berpakaian kebarat-baratan hingga meniru pergaulan bebas orang barat yang sering mereka lihat di TV atau dari internet. Dan juga banyak remaja yang sangat ingin tahu terhadap video porno yang jaman sekarang sudah banyak tersebar melalui handphone, internet atauupun yang lainnya.Akhirnya mereka melakukan seks bebas.Hingga tak jarang dari mereka hamil di luar nikah.

Tawuran juga marak dilakukan oleh remaja jaman sekarang. Tak jarang tawuran hanya dipicu hal yang sepele. Hal-hal yang sebenarnya hanya salah paham semata, akibatnya kerusakan-kerusakan banyak terjadi.

Opini :  menurut saya kenakalan remaja bisa diatasi dengan memberikan pendidikan berkarakter karena dengan pendidikan karakter akan pembiasaan yang positif seperti : disiplin, rasa tanggung jawab, menghormati orang lain, serta cinta tanah air dan lain lain dapat menghindarkan remaja dari hal hal yang tidak baik.selain itu para remaja pun harus diberikan kegiatan yang dapat menumbuhkan minat dan bakatnya agar mereka bisa memanfaatkan waktu mereka dengan hal hal yang lebih bermanfaat.kegiatan itu bisa di dapat di sekolah dalam kegiatan osis, atau dilingkungan sekitar rumah seperti karang taruna. Yang lebih penting lagi adalah adanya perhatian dari orang tua serta kasih sayang yang cukup dari keluarga, dengan demikian para remaja akan terhindar dari pergaulan yang tidak baik dan dapat berkarya dengan kemampuan yang dimilikinya.tanpa terpengaruh hal hal yang tidak baik.

Sumber :ameliaarletha.blogspot.com/…/kenakalan-remaja.html

Senin, 07 Oktober 2013

Putus cinta siswi mencoba bunuh diri



       Maraknya kasus-kasus berita bunuh diri yang makin ada saja terjadi di negeri ini pastinya membuat resah dan simpatik bagi orang yang mendengar atau melihatnya secara langsung. kasus bunuh diri ini membuat para psikologi semakin banyak melakukan penelitian dengan masalah - masalah yang terjadi.
Kehilangan harapan, merasa masa depan sangatlah suram dan tidak ada jalan untuk menjadikan hal tersebut menjadi lebih baik atau positif, adanya pemikiran yang bercabang dan pemikiran yang tidak luas adalah perasaan yang memacu seseorang untuk bunuh diri karena tidak ada jalan hidup lagi. Keterbatasan pemikiran tersebut menjadikan seseorang kesulitan dalam menemukan alternatif penyelesaian masalah sampai perasaan untuk bunuh diri itu pun muncul.
Banyak hal yang menjadi faktor-faktor terjadinya bunuh diri yaitu stress, depresi, gangguan mental, kecanduan, kondisi otak, ekonomi, dan masih banyak lagi masalah-masalah pribadi yang tidak diketahui oleh semua orang.

   Penyebab bunuh diri pada masyarakat menurut psikolog diperkirakan yaitu karena rendahnya kesehatan jiwa  bukan karena pergeseran nilai-nilai moral. Berikut kutipan menurut psikologi forensik, Kasandra Putranto yang diposting melalui www.detik.com baru-baru ini "Saya mengakui bahwa saat ini telah terjadi pergeseran nilai-nilai moral masyarakat. Tetapi, saya meragukan pergeseran nilai moral ini adalah penyebab banyaknya kasus-kasus bunuh diri. Saya menduga, ini terjadi lebih kepada kondisi ketidaksehatan jiwa masyarakat yang saat ini mencapai angka yang meningkat setiap tahunnya,"

Berikut kasus bunuh diri di indonesia dan dugaan penyebab

1. Putus Cinta, Siswi mencoba bunuh diri di kelas 
 SURABAYA POST - Siswi kelas 3 SMK PGRI Nganjuk, Yunita (17) benar-benar nekat. 

Saat mengikuti proses belajar di dalam kelas, gadis asal Desa Glagahan, Kecamatan Loceret, Nganjuk ini tiba-tiba menenggak empat tablet obat flu  dan empat tablet sakit mag. Tak ayal, ulahnya membuat ruang sekolah gaduh. Apalagi setelah minum obat, Yunita langsung ambruk dengan wajah pucat pasi dan suhu tubuh dingin. Mulutnya mengeluarkan busa, tanda overdosis akibat minum obat berlebihan.

Para guru pun langsung membawanya ke RS Bhayangkara Nganjuk. Siswi jurusan akutansi ini harus menjalani pencucian perut.
“Nyawa Yunita nyaris tidak tertolong,” kata Endarto, Humas RS Bhayangkara Nganjuk. Usut punya usut, Yunita nekat mencoba bunuh diri akibat sikap orang tuanya yang pilih kasih dalam memberi perhatian. Selain itu dia merasa dijauhi teman-temannya di sekolah. 

“Informasinya, Yunita stres karena juga baru putus dengan pacarnya,” ujar guru di SMK PGRI Nganjuk.

Sumber : http://masalahsosial-terjadipadarakyat.blogspot.com/

Opini : Menurut saya bisa terjadinya kasus bunuh diri karena kurangnya pemikiran yg luas terhadap hal cinta dan dia tidak memikirkan resikonya apabila dia bunuh diri banyak yang menyesali akan tindakan hal bunuh diri tersebut dan juga seharusnya orang tua harus lebih memperhatikan anaknya dan lagi selalu membimbing anaknya untuk kejalan yang benar. Orang tua juga seharusnya memberi nasihat terhadap anaknya untuk tidak cepat putus asa terhadap masalah yang dihadapi.