Kamis, 06 Oktober 2016

PENGANTAR TELEMATIKA (SOFTSKILL)

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI



PAPER INOVASI


APLIKASI MENU RESTORAN SUSHI INTERAKTIF
MENGGUNAKAN VISUAL STUDIO EXPRESS

Nama                                : Nurika Fathin Oktarina
NPM                                 : 16113679
Kelas                                 : 4KA18
Mata Kuliah                     : Pengantar Telematika
Dosen                                : Budi Setiawan




JAKARTA
2016


1.     PENDAHULUAN

1.1.      Latar Belakang
Umumnya restoran ataupun rumah makan memiliki kesulitan dalam melayani pemesanan menu makanan atau minuman yang dijualnya, pelayanan yang menggunakan cara tradisional dianggap masih efisien terhadap restoran kecil yang pembelinya masih sedikit, namun akan timbul masalah terhadap restoran yang memiliki tempat besar dan pembelinya yang banyak. Pelayan mengalami kesulitan dalam proses menanyakan menu yang dipesan kepada pelanggan, menuliskan pesanan ke dalam kertas, sampai mengantarkan kertas menu ke dapur, cara yang masih tradisional tersebut tidak efisien dalam segi waktu, sehingga berpengaruh terhadap kepuasan pembeli yang datang, pembeli dapat merasa bosan karena harus menunggu lama sampai pesanannya datang ke meja. 

Perkembangan teknologi informasi saat ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat dalam kesehariannya. Dengan adanya teknologi informasi masyarakat dapat lebih produktif dalam kesehariannya dikarenakan cara ini dapat membantu proses sebuah pekerjaan menjadi lebih mudah, teratur, dan dapat meminimalisir kesalahan yang sering terjadi dalam cara tradisional, oleh karena perkembangan teknologi informasi yang pesat ini membuat para penggunanya menginginkan teknologi yang lebih bermanfaat dan lebih mudah untuk digunakan.

Perkembangan teknologi informasi telah banyak mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat tidak terkecuali dalam bidang kuliner, teknologi informasi yang sifatnya fleksibel membuat penggunaannya dapat diterapkan dalam bidang kuliner khususnya dalam bisnis restoran, dalam bisnis restoran hal yang paling diperhatikan oleh pelanggan adalah ciri khas dari restoran itu sendiri, dengan memanfaatkan sifat teknologi informasi yang fleksibel sebuah restoran dapat membuat sebuah ciri khas mereka sendiri dan menjadikan proses administrasi lebih teratur dan efisien.

Selain dari ciri khas, sebuah restoran yang sukses adalah restoran yang dapat mengelola administrasinya dengan baik, kendala dalam sistem pencatatan di banyak restoran masih menggunakan sistem manual yang dapat berakibat pada hilangnya data, dan tidak efisienya pencatatan. Dengan uraian latar belakang tersebut, maka penulisan ini diberi judul “Aplikasi Menu Restoran Sushi Interaktif menggunakan Visual Studio Express”

1.2.      Batasan Masalah
Dalam pembuatan aplikasi ini terdapat batasan masalah pada jenis makanan Jepang yaitu Sushi. Pada aplikasi yang dirancang ini merupakan aplikasi Menu Interaktif yang dibuat menggunakan program aplikasi Visual Studio Express. Pada aplikasi ini akan menampilkan informasi menu, form kasir, form game dan form koki.

1.3.      Tujuan Pembuatan Aplikasi
Tujuan dari pembuatan aplikasi ini adalah membuat sebuah aplikasi yang dapat membuat pelanggan tertarik dengan cara pemesanan makanan yang unik yang diselingi dengan game saat menunggu pesanan datang.

1.4.      Metode Perancangan Aplikasi
Pada fase ini yakni mengidentifikasi masalah yang ada, yaitu kesulitan dalam melayani pemesanan menu makanan atau minuman yang ada di restoran makanan Jepang.

1.4.1.   Identifikasi Masalah
Untuk mengumpulkan data dan informasi tentang Menu Interaktif dan pembuatan aplikasi dengan menggunakan Visual Studio Express.

1.4.2.   Analisis Data
Pada tahap ini yakni mencari dan merangkum kepustakaan yang dapat menunjang pengerjaan pembuatan aplikasi ini. Penelitian yang dilakukan dengan mempelajari buku-buku karya ilmiah, dan situs web, literatur serta dokumentasi yang ada kaitannya dengan penelitian ini yang pergunakan sebagai bahan acuan dalam pemecahan masalah.

            1.4.3.   Perancangan Aplikasi
Pada tahap ini yakni berupa kegiatan perancangan aplikasi dengan menggunakan Visual Studio Express dan membuat rancangan tampilan aplikasi.

1.4.4.   Implementasi
Pada tahap ini yakni menggunakan software Visual Studio Express untuk membuat aplikasi tersebut.

1.4.5.   Uji Coba aplikasi
Tahap uji coba aplikasi dilakukan dengan menggunakan Aplikasi Visual Studio Express pada Laptop Dell intel core i7, 2.50 GHz, Ram 8GB, dan NVIDIA GEFORCE GTX. Software yang digunakan sistem operasi windows, Windows 8 Pro 64 – bit.


Rabu, 28 September 2016

Konsep Sist. Informasi Lanjutan

Nama: Nurika Fathin Oktarina
NPM: 16113679
Kelas: 4KA18

1.    Transaction Processing Systems (TPS) 

Sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi.

Transaction Prosessing System ini biasa digunakan oleh pengguna untuk mencatat dan memproses data dari transaksi bisnis, database terbaru, dan menghasilkan berbagai macam dokumen dan laporan. Contohnya biasa digunakan oleh pelanggan langsung, pada Bank, TPS didigunakan pada mesin ATM yang langsung berhubungan dengan para nasabah tanpa melalui pihak bank, sehingga bisa di akses langsung, cek gaji karyawan, formulir pajak, dan rekening keuangan.

Perbedaan TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. Contohnya seperti cek gaji karyawan, formulir pajak, dan rekening keuangan.


Gambar arsitektur TPS

2.    Management Information System (MIS)

MIS menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan atau membantu  mengambil keputusan yang diambil secara rutin dan juga dapat membantu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi.

Sistem informasi manajemen membantu menjawab permintaan dan perkiraan tren.  Contoh : Pada sebuah butik terdapat 3 buah pakaian, pakaian pertama sangat laku, pakaian kedua biasa-biasa saja, sedangkan pakaian ketiga tidak terlalu laku. Atas data yang diperoleh di atas maka baju pertama adalah baju yang menjadi tren, maka stocknya harus diperbanyak. Pada Sistem Informasi manajemen, Basic data yang ada berasal dari Sistem Pemrosesan Transaksi. Seberapa banyak apa pakaian pertama dibeli, pakaian kedua dibeli, dan pakaian ketiga dibeli merupakan data yang didapatkan dari Sistem Pemrosesan Transaksi. Sistem informasi manajemen biasanya digunakan untuk memperoleh informasi dari kalangan manajerial end user.

Perbedaannya MIS adalah menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membantu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi. Contoh: Basis Data.

3.    Decision Support Systems (DSS)

Merupakan interaktif sistem informasi berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan database khusus untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajerial end user.

DSS menyediakan alat bagi pengguna untuk meng-akses data dan menganalisisnya untuk pengambilan keputusannya. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. 

DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science. Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.
Pengguna pada dasarnya digunakan oleh seseorang yang memegang peranan penting di sebuah perusahaan seperti Top manager. Keputusan yang diambil merupakan keputusan besar yang memiliki berbagai resiko sehingga tidak boleh gegabah dan salah mengambil keputusan. Jika salah mengambil keputusan, maka perusahaan tersebut dapat berakhir. Contohnya mengenai investasi dan saham. Jika kita salah memilih, maka akibatnya fatal. Terbagi menjadi 2 yaitu :

  • Executive Information System yaitu sistem yang mendukung pekerjaan dari higer-level  manager.
  • Group Support Systems yaitu sistem yang mendukung pekerjaan dari orang-orang yang  bekerja pada kelompok (group). Contoh: group para pemegang saham.
Perbedaan Decision Support Systems (DSS) yaitu: Merupakan interaktif sistem informasi berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan database khusus untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajerial end user.
Contoh: Program kertas kerja elektronik memudahkam manajerial end user menerima respon secara interaktif untuk peramalan penjualan atau keuntungan.

4.    EIS (Executive Information System)

Executive Information System (EIS) atau disebut juga sebagai Executive Support System (ESS) adalah sistem berbasis komputer yang interaktif, yang memungkinkan pihak eksekutif untuk mengakses data dan informasi, sehingga dapat dilakukan pengidentifikasian masalah, pengeksplorasian solusi, dan menjadi dasar dalam proses perencanaan yang sifatnya strategis.

EIS mengintegrasikan data yang berasal dari sumber data internal maupun eksternal, kemudian melakukan transformasi data ke dalam bentuk rangkuman laporan yang berguna. Laporan ini biasanya digunakan oleh manajer dan level eksekutif untuk mengakses secara cepat laporan yang berasal dari seluruh perusahaan dan departemen, sehingga dapat diperoleh pengetahuan yang berguna bagi pihak eksekutif. Laporan ini digunakan untuk menemukan alternatif solusi untuk menekan permasalahan manajerial dan membuat perencanaan keputusan untuk perusahaan.

EIS umumnya digunakan oleh executive dalam mengakses data dan informasi untuk mengetahui suatu permasalahan, meneliti solusi yang akan diberikan, dan menunjukkan proses strategic planning.

EIS tradisional memiliki dua komponen utama yaitu: 
(1) basis data terpusat, yang merupakan repositori data yang diekstrak dari berbagai sumber; 
(2) mesin untuk menganalisa data dan menampilkan hasilnya kepada para eksekutif.

Arsitektur ini sederhana dan mudah untuk dikelola. Karena menggunakan basis data terpusat, query dan analisa dapat diproses dengan cepat. Akan tetapi dalam melakukan ekstraksi dan peng-updatean data dari sumber yang berbeda ke dalam basis data terpusat merupakan permasalahan yang kompleks. Sebab seringkali data tersebut tidak kompatibel antara satu sumber dengan sumber data yang lain. Arsitektur EIS tradisional tidak dapat beradaptasi terhadap inkompatibilitas data. Oleh karena itu, setiap kali terdapat perubahan pada local system, basis data terpusat harus disusun kembali, di-compile ulang, atau bahkan didesain ulang. EIS tradisional hanya mendukung analisis data sederhana yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.

Adanya permasalahan ini, mendorong para peneliti untuk mempelajari cara untuk: 
(1) mengintegrasikan dan mengakses data dari sumber data terdistribusi yang heterogen, dan 
(2) menganalisa data melalui pendekatan multidimensional.

Teknologi data warehousing dan teknik On-line Analytical Processing (OLAP) telah memberikan banyak kontribusi dalam meningkatkan EIS tradisional. Peningkatan ini mengarah pada terbentuknya arsitektur EIS yang baru, yaitu EIS kontemporer. Pada arsitektur ini, basis data terpusat digantikan fungsinya oleh data warehouse, sedangkan teknik OLAP digunakan untuk analisis data multidimensional dan penampilan informasi. Teknologi data warehousing mengurangi masalah integrasi data. Data dari local system yang berbeda akan diekstrak, dibersihkan, dan ditransformasikan oleh integrator berdasarkan skema data terintegrasi, kemudian disimpan ke dalam data warehouse.

Namun Struktur EIS Kontemporer pada dasarnya tidak memiliki fleksibilitas dan adaptabilitas dimana:

  • Fleksibilitas adalah kemampuan untuk mengakomodir perubahan kebutuhan data oleh eksekutif
  • Adaptabilitas adalah kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan konten, format data, platform, dan struktur yang mungkin muncul dalam sumber data lokal 
Dari kekurangan fleksibiltas dan adaptabilitas tersebutlah kemudian di coba untuk mengembangkan dengan pendekatan menggunakan Database, adalah Metode sistem integrasi yang dapat mengelolah beberapa sistem dan bisa mendapatkan open system architecture sambil tetap mempertahankan otonomi local system dan memungkinkan untuk sistem tersebut berevolusi. Dibawah ini akan ditampilkan gambaran seperti apa pendekatan metadatabase tersebut sehingga struktur EIS kontemporer yang telah beradaptasi dengan menggunakan pendekatan metadatabase mengalami evolusi dan dapat berubah menjadi Arsitektur yang baru terdiri dari 2 unsur besar, yaitu:
  1. Metadatabase Management System (MDBMS)
sistem berbasis pengetahuan yang mengintegrasikan dan mengatur penggunaan multiple local system melalui data atau metadata.

Yang memiliki 2 peranan penting, yaitu:
(1) Menyediakan akses yang transparan terhadap data dari local system dan warehouse
(2) Menyediakan metadata yang dibutuhkan untuk analisis multidimensional data.

2. Multidimensional Data Analysis System (MDAS). yang terdiri dari 2 sub-sistem, yaitu:
  •  ROLAP/MDB Interface yang menyediakan penghubung eksekutif untuk memformulasikan  permintaan mereka dan untuk menampilkan hasil analisis mereka
  •  ROLAP/MDB (Relational On-Line Analytical Processsing/Multidimentional DataBase)    Analyzer yaitu Software yang digunakan untuk mengolah metadatabase yang disediakan oleh  MDBMS untuk memungkinkan analisis online multidimentional data.
5.    Expert Systems / Sistem Ahli (ES)

Sistem pakar adalah sistem komputer yang mengemulasi kemampuan pengambilan keputusan dari ahli manusia. Sistem pakar dirancang untuk memecahkan masalah kompleks dengan penalaran tentang pengetahuan, seperti seorang ahli, dan bukan dengan mengikuti prosedur pengembang. seperti yang kasus dalam pemrograman konvensional.
Penggunaan Sistem Pakar Dalam Production Planning Dan Production Control Perencanaan produksi dilakukan dalam hal kuantitas, waktu, kapasitas dan biaya pengendalian produksi meliputi penyelesaian pesanan, pengawasan pesanan dan pengamanan kualitas.
Lingkungan sistem pakar digunakan untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar, sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar. Arsitektur sistem pakar dapat dilihat pada gambar dibawah ini:


Perbedaan Expert Systems / Sistem Ahli (ES) adalah ES menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI (Kecerdasan Buatan) untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis.

Contohnya XSEL: sistem pakar yang bertindak sebagai asisten penjual di agen penjualan komputer DEC, yang membantu pelanggan memilih komputer yang sesuai dengan kebutuhannya.

Dan perbedaan Artificial Intelligence / Kecerdasan Buatan (AI)
AI bertujuan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas, dengan memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem/masalah sampai kesimpulan logiknya.

Contohnya seperti robotika: komputer pemrograman untuk melihat dan mendengar dan bereaksi terhadap rangsangan sensorik lainnya.
Komponen-komponen yang terdapat dalam sistem pakar adalah:

  •       Antarmuka pengguna (User Interface)
  •       Basis pengetahuan
  •       Akuisisi pengetahuan
  •       Mesin inferensi
  •       Workplace
  •       Fasilitas penjelasan
  •       Perbaikan pengetahuan
Basis pengetahuan mengandung pengetahuan untuk pemahaman, formulasi, dan penyelesaian masalah. Komponen sistem pakar ini disusun atas dua elemen dasar, yaitu fakta dan aturan. Fakta merupakan informasi tentang obyek dalam area permasalahan tertentu, sedangkan aturan merupakan informasi tentang cara bagaimana memperoleh fakta baru dari fakta yang telah diketahui [Arhami, 2004].

Ada 2 bentuk pendekatan basis pengetahuan yang sangat umum digunakan, yaitu :
       penalaran berbasis aturan, dan
       penalaran berbasis kasus [Kusumadewi, 2003].

a)   Penalaran berbasis aturan (Rule-Based Reasoning)
Pada penalaran ini, pengetahuan direpresentasikan dengan menggunakan aturan berbentuk: IF–THEN. Bentuk ini digunakan apabila kita memiliki sejumlah pengetahuan pakar pada suatu permasalahan tertentu, dan si pakar dapat menyelesaikan masalah tersebut secara berurutan [Kusumadewi, 2003].

b)    Penalaran berbasis kasus (Case-Based Reasoing)
Pada penalaran ini, basis pengetahuan akan berisi solusi-solusi yang telah dicapai sebelumnya, kemudian akan diturunkan suatu solusi untuk keadaan yang terjadi sekarang (fakta yang ada). Bentuk ini digunakan apabila user menginginkan untuk tahu lebih banyak lagi pada kasus-kasus yang hampir sama (mirip). Selain itu, bentuk ini juga digunakan apabila kita telah memiliki sejumlah situasi atau kasus tertentu dalam basis pengetahuan [Kusumadewi, 2003].

6.    Office Automation System (OAS)

OAS mendukung pekerja data yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikn data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi.

Otomatisasi adalah penggunaan mesin untuk menjalankan tugas fisik yang biasa dilakukan oleh manusia, Sedangkan Otomatisasi kantor( office automation atau OA) adalah semua system elektronikformal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi kepada dan dari orang yang beradadi dalam maupun diluar perusahaan.

Para pengguna OA :
  • Manajer, orang-orang yang bertanggung jawab mengelola sumber daya perusahaan, terutama SDM.
  • Profesional, menyumbangkan keahlian khusus yang membedakan mereka dengan sekertaris dan pegawai administrasi.
  • Sekertaris, ditugaskan oleh professional untuk melaksanakan berbagai tugas seperti menangani korespondensi, menjawab telepon dan mengatur jadwal pertemuan
  • Pegawai administrasi, melaksanakan tugas-tugas untuk sekertaris, seperti mengoperasikan mesin fotokopi, menyusun dokumen, menyimpan dokumen, dll.

Dibawah ni merupakan gambar dari arsitektur OAS:


                                                           Gambar Arsitektur OAS

Perbedaan Office Automation System (OAS) yaitu OAS mendukung pekerja data yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikn data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Contoh: Komunikasi melalui voice mail, email, dan video conferencing.

7.    Group Decision Support System (GDSS)

System aplikasi komputer interaktif yang memfasilitasi pencapaian solusi dari sebuah problem/permasalahan yang tidak terstruktur dengan seperangkat pembuat keputusan yang bekerjasama sebagai sebuah kelompok. Sistem tersebut membantu kelompok, terutama sekelompok manager, dalam menganalisa sebuah masalah dan dalam melakukan sebuah keputusan bersama.

Memiliki arti sebuah perangkat komputer baik software (perangkat lunak) maupun hardware (perangkat keras) yang digunakan mendukung fungsi sebuah kelompok dan proses-proses keputusan yang akan dibuat. Bertujuan untuk membawa kelompok bersam-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendpat atau kuesioner. Dibawah ini merupakan gambar dari arsitektur GDSS:
            Gambar Arsitektur GDSS      
    
Perbedaan Group Decision Support System (GDSS) adalah Bertujuan untuk membawa kelompok bersam-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendpat atau kuesioner.

Sumber:

Kamis, 21 April 2016

Kenaikan Harga BBM dan Tarif Listrik Penyumbang Terbesar Inflasi

Kenaikan Harga BBM dan Tarif Listrik Penyumbang Terbesar Inflasi
Ekonom Memprediksi Inflasi Agustus di Bawah 0,5%
Liputan6.com, Yogyakarta - Kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter mendongkrak inflasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama November 2014.
Kenaikan inflasi ini didorong peningkatan seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok transportasi, komunikasi dan jasa, kelompok perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar hingga bahan makanan.
Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Haryono menjelaskan, BPS DIY mencatat kenaikan inflasi selama November 2014 di Yogyakarta sebesar 1,13% atau naik 0,85% dibandingkan inflasi Oktober 2014 sebesar 0,28%.
"Secara langsung dan tidak langsung berdampak ya. Pada November sampai 1,13 % ini menjadi nomor 12 terkecil dari kota yang dihitung. Besaran inflasi di Kota Yogyakarta dinilai masih di bawah rata-rata nasional yang menembus 1,5%. Inflasi saat ini masih di bawah 5% tapi nanti lihat di bulan Desember seperti apa ," ujar Haryono di ruang rapat BPS DIY Rabu (3/12/2014).
Haryono menyebut lebih dari separuh kenaikan inflasi pada November disumbang oleh kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL). Kenaikan ini mempengaruhi ke sektor lain seperti jasa, angkutan, perikanan dan sebagainya.
"Kenaikan harga BBM mempengaruhi sektor lain seperti  jasa dan angkutan umum. Kondisi politik juga pengaruhi inflasi," ujar Haryono.
Sementara itu, Kepala BPS DIY Bambang Kristianto mengatakan kenaikan tertinggi inflasi terdapat pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 3,40%. Dilanjutkan oleh kelompok perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar yang naik 1,17%, dan bahan makanan naik 0,83%.
"Kenaikan harga BBM berpengaruh pada biaya distribusi barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Akibatnya, ada kenaikan harga di level konsumen," kata Bambang.
Komoditas paling mempengaruhi terjadinya inflasi di antaranya adalah bensin, tarif listrik, cabai merah, angkutan antar kota dan cabai rawit. Bensin mengalami kenaikan 12,34% memberikan andil sebesar 0,47%.
Sementara, harga cabai rawit terus melejit naik sebesar 34,62% dan memiliki andil terhadap inflasi sebesar 0,09%. Angkutan antar kota naik sebesar 34,62% dan memberi andil inflasi sebesar 0,07%.
Peningkatan biaya administrasi ATM memberi andil pada inflasi sebesar 0,02%. Selain itu, harga beberapa komoditas lain juga mengalami kenaikan seperti beras, teh manis, sate, pasir, labu siam, sawi hijau, solar, biaya administrasi transfer uang dan lainnya. "Laju inflasi pada kalender 2014 sebesar 4,74 persen. Untuk laju inflasi year on yearsebesar 5,03 persen," tutur Haryono. (Fathi M/Ahm)

Sumber:

KRITIK

  • Dengan kenaikan harga BBM dan kenaikan tarif dasar listrik ini, juga dapat mendidik mayarakat untuk mengubah perilaku mereka menjadi lebih hemat dalam mengkonsumsi BBM.
  • Jika saat ini, masih banyak penolakan terhadap kenaikan harga BBM tentu saja dapat dipahami, karena masih banyak sekali petinggi negara yang berfoya-foya dengan uang rakyat diatas penderitaan rakyat. Rasanya tidak adil jika mencabut subsidi bagi rakyat, sementara rakyat melihat bahwa petinggi negara yang disebut sebagai wakil rakyat, malah korupsi. Ditambah lagi kesan pemerintah yang ragu0ragu dalam menaikkna harga BBM di negeri ini.
  • Jika pemerintah benar-benar akan menaikkan harga BBM disertai dengan kenaikan tarif dasar listrik,  maka harga kebutuhan lainnya pun akan ikut naik. Dengan penghasilan masyarakat yang tetap, maka masyarkat pun tidak akan bisa memenuhi kebutuhannya yang melambung naik seiring dengan naiknya harga BBM dan juga naiknya harga listrik.
  • Pemerintah harus memastikan terpenuhinya kesejahteraan masrakat terlebih dahulu sebelum menaikkan harga BBM dan tarif dasar listrik. Dengan naiknya, dua kebutuhan utama ini, maka terlihat rakyat akan semakin sengsara jika pemerintah tidak memerdulikan rakyat.
  • Pemerintah justru makin mengurangi anggaran subsidi BBM dan menaikkan tarif dasar listrik yang dirasakan cukup membantu masyarakat, sementara seperti yang kita tahu, bahwa anggaran untuk pembangunan ruang rapat DPR dan menu makanannnya justru terus bertambah besar. Kenaikan gaji petinggi negara pun semakin melambung tanpa memperhatikan kondisi masyarakat.
  • Dengan kenaikan harga BBM ini, akan terjadi pula kenaikan harga transportasi umum yang menjadi transportasi masyarakat.
  • Dengan dinaikkannya tarif dasar listrik, maka rakyat yang tidak mampu akan sulit mendapatkan penerangan.
  • Pemerintah harus tahu situasi keadaan rakyat jika ingin menaikkan harga BBM dan juga tarif dara listrik.
  • Terlihat kalau pemerintah tidak lagi memerdulikan rakyat,  para petinggi negeri ini lebih mementingkan kebutuhan pribadinya dibandingkan kebutuhan rakyatnya.


     SARAN

  • Mungkin masalah ini bisa diatasi dengan mewajibkan semua kendaran umum dan kendaraan pribadi beralih ke Bahan Bakar Gas (BBG) yang lebih murah dan cadangan masih tersedia cukup banyak di Indonesia. Pemerintah juga harus menjamin ketersediaan BBG ini ke seluruh pelosok negeri
  • Jika pemerintah benar akan menaikan tarif dasar listrik, maka itu harus dilakukan secara bertahap. Jangan sampai, kenaikan ini membuat rajyat lebih sengsara lagi.
  • Diharapkan juga, jangka waktu kenaikan harga BBM tidak secara cepat disusul dengan kenaikan tarif dasar lisrik. Jika ini terjadi, rakyat akan tercekik dalam perekonomian ini.
  • Jika tarif dasar listrik dinaikkan, maka pemerintah juga  harus membangun infrastruktur tenaga listrik sehingga dapat merata ke seluruh negeri ini.
  • Selain itu, pemerintah juga harus bekerja keras untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat agar dapat memiliki daya beli yang lebih baik.
  • Pemerintah juga harus mengubah struktur pemerintah dalam mengelola negara dan menjadikan rakyat segai fokus utama, bukan hanya menjadi pelayan partai politik.
  • Pemerintah juga harus menghemat anggaran dan juga memangkas kemewahan yang didapatnya dan mengalihkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Rabu, 16 Maret 2016

Contoh Kasus Bahasa indonesia 2 Bulan Pertama

Contoh Kasus Berfikir Induktif

Contoh kasus:

Suatu lembaga kanker di Amerika melakukan studi tentang hubungan antara kebiasaan merokok dengan kematian. Antara tanggal 1 Januari dan 31 Mei 1952 terdaftar 187.783 laki-laki yang berumur antara 50 sampai 69 tahun. Kepada mereka dikemukakan pertanyaan-pertanyaan tentang kebiasaan merokok mereka pada masa lalu dan masa sekarang. Selanjutnya keadaan mereka diikuti terus - menerus selama 44 bulan.Berdasarkan surat kematian dan keterangan medis tentang penyebab kematiannya, diperoleh data bahwa di antara 11.870 kematian yang dilaporkan 2.249 disebabkan kanker. Dari seluruh jumlah kematian yang terjadi (baik pada yang merokok maupun yang tidak) ternyata angka kematian di kalangan pengisap rokok tetap jauh lebih tinggi daripada yang tidak pernah merokok, sedangkan jumlah kematian pengisap pipa dan cerutu tidak banyak berbeda dengan jumlah kematian yang tidak pernah merokok.Selanjutnya, dari data yang terkumpul itu terlihat adanya korelasi positif antara angka kematian dan jumlah rokok yang diisap setiap hari. Dari bukti-bukti yang terkumpul dapatlah dikemukakan bahwa asap tembakau memberikan pengaruh yang buruk dan memperpendek umur manusia. Cara yang paling sederhana untuk menghindari kemungkinan itu ialah dengan tidak merokok sama sekali.

Analisa Kasus (Alasan) :


Contoh kasus di atas menjabarkan hubungan sebab akibat antara merokok dan kematian. Penjabaran itu dapat dilihat dari bagaimana proses bernalar itu terjadi. Diawali dengan mereka mengurnpulkan data dari sejumlah orang laki-laki. Mereka dikelompokkan menurut kebiasaan merokoknya, mulai dari yang tidak pernah merokok sampai pada perokok berat. Selanjutnya perokok itu juga dibedakan antara yang menghisap rokok putih (sigaret) dan yang menghisap cerutu dan pipa. Dalam waktu yang cukup panjang mereka diarnati. Kematian dan penyebabnya dicatat dan dianalisis. Dari bukti-bukti yang terkumpul ditariklah kesimpulan - kesimpulan sehubungan dengan rnasalahnya. Secara ringkas paparan di atas menggambarkan proses penalaran induktif. Proses itu dilakukan langkah demi langkah sehingga sampai pada kesimpulan bahwa adanya korelasi antara asap tembakau dengan umur seseorang, semakin sering seseorang merokok atau menghisap asap rokoknya saja maka semakin besar juga resiko terkena penyakit pernapasan yang akan menyebabkan kematian.

Tugas Bahasa Indonesia 2 Bulan Pertama

Tugas Bahasa Indonesia 2
Bulan Pertama










Disusun oleh
Nama        : Nurika Fathin Oktarina (16113679)
Kelas         : 3KA18






FAKULTAS ILMU KOMPUTER
JURUSAN SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA



Penalaran, Berfikir Deduktif dan Berfikir Induktif

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Proposisi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni proposisi empiric dan proposisi mutlak. Proposisi empirik adalah pernyataan yang dapat diverifikasi secara empirik. Sedangkan Proposisi mutlak adalah proposisi yang jelas dengan sendirinya sehingga tidak perlu dibuktikan secara empiris

Inferensi adalah membuat simpulan berdasarkan ungkapan dan konteks penggunaannya. Dalam membuat inferensi perlu dipertimbangkan implikatur. Implikatur adalah makna tidak langsung atau makna tersirat yang ditimbulkan oleh apa yang terkatakan (eksplikatur). 

Untuk menarik sebuah kesimpulan (inferensi) perlu kita mengetahui jenis-jenis inferensi, antara lain:
Inferensi Langsung, Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari hanya satu premis (proposisi yang digunakan untuk penarikan kesimpulan). Konklusi yang ditarik tidak boleh lebih luas dari premisnya.

Contoh:
“Bu, besok temanku berulang tahun. Saya diundang makan malam. Tapi saya tidak punya baju baru, kadonya lagi belum ada”.
Maka inferensi dari ungkapan tersebut: bahwa tidak bisa pergi ke ulang tahun temanya.

Contoh:
“Pohon yang di tanam pak Budi setahun lalu hidup.”dari premis tersebut dapat kita lansung menari kesimpulan (inferensi) bahwa: pohon yang ditanam pak budi setahun yang lalu tidak mati.
Inferensi Tak Langsung, Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari dua / lebih premis. Proses akal budi membentuk sebuah proposisi baru atas dasar penggabungan proposisi-preposisi lama.

Contoh:
A : Anak-anak begitu gembira ketika ibu memberikan bekal makanan.
B : Sayang gudegnya agak sedikit saya bawa.
Inferensi yang menjembatani kedua ujaran tersebut misalnya (C) berikut ini.
C : Bekal yang dibawa ibu lauknya gudek komplit.

Contoh yang lain;
A : Saya melihat ke dalam kamar itu.
B : Plafonnya sangat tinggi.
Sebagai missing link diberikan inferensi, misalnya:
C: kamar itu memiliki plafon

Implikasi berfungsi membandingkan antara hasil penelitian yang lalu dengan hasil penelitian yang baru dilakukan.

Macam-macam implikasi:
·      Implikasi Teoritis
Pada bagian ini peneliti menyajikan gambar lengkap mengenai implikasi teoretikal dari penelitian ini.Bagian ini bertujuan untuk meyakinkan penguji pada mengenai kontribusi terhadap ilmu pengetahuan dalam teori-teori yang digunakan untuk memecahkan masalah penelitian, tetapi juga implikasinya bagi teori-teori yang relevan dengan bidang kajian utama yang disajikan dalam model teoritis.

·      Implikasi Manajerial
Pada bagian ini peneliti menyajian bergagai implikasi kebijakan yang dapat dihubungkan dengan temuan-temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini.Implikasi manajerial memberikan kontribusi praksis bagi manajemen.

·      Implikasi Metodologi
Bagian ini bersifat opsional dan menyajikan refleksi penulis mengenai metodologi yang digunakan dalam penelitiannya. Misalnya pada bagian ini dapat disajikan penjelasan mengenai bagian-bagian metode penelitian mana yang telah dilakukan dengan sangat baik dan bagian mana yang relatif sulit serta prosedur mana yang telah dikembangkan untuk mengatasi berbagai kesulitan itu yang sebetulnya tidak digambarkan sebelumnya dalam literatur mengenai metode penelitian. Peneliti dapat menyajikan dalam bagian ini pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam penelitian lanjutan atau penelitian lainnya untuk memudahkan atau untuk meningkatkan mutu dari penelitian.

Wujud Evidensisemua fakta yang ada, dan dapat dihubung-hubungkan untuk membuktikan suatu kejadian. Evidensi juga sering disebut sebangai bukti empiris.

Cara Menguji Datadata adalah deskripsi dari suatu kejadian yang menghasilkan suatu kesimpulan dalam menarik suatu keputusan.
Beberapa cara yang digunakan untuk pengujian data :
·      Observasi
·      Kesaksian
·      Autorisasi

Cara Menguji FaktaFakta adalah data yang terbukti dan telah menjdi suatu kenyataan. Cara menguji apakah data yang di dapat merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Dari penilaian tersebut maka dapat dilanjutkan lagi dengan menggunakan fakta tersebut sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.

Cara Menilai Autorisasi, untuk menilai suatu autoritas, dapat memilih beberapa pokok berikut :
·      Tidak Mengandung Prasangka
·      Pengalaman dan Pendidikan Autoritas
·      Kemashuran dan Presite
·      Khorensi Dengan Kemajuan
·      Berfikir Deduktif

Berpikir deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Deduktif bisa disebut juga sebagai proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang khusus berdasarkan fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yaitu dimulai dari hal-hal umum, mengarah kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah.

Contoh: “Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial”.

Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Berdasarkan bentuknya, silogisme terdiri dari:

Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

Contoh:
Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
Akasia adalah tumbuhan (premis minor).
Akasia membutuhkan air (Konklusi)
Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga.

Contoh:
Semua yang halal dimakan menyehatkan (mayor).
Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor).
Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi).
Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga.

Contoh:
Semua korupsi tidak disenangi (mayor).
Sebagian pejabat korupsi (minor).
Sebagian pejabat tidak disenangi (konklusi).
Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan.

Contoh:
Beberapa politikus tidak jujur (premis 1).
Bambang adalah politikus (premis 2).
Kedua premis tersebut tidak bisa disimpulkan. Jika dibuat kesimpulan, maka kesimpulannya hanya bersifat kemungkinan (bukan kepastian).
Bambang mungkin tidak jujur (konklusi).
Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpulan dapat diambil jika salah satu premisnya positif.

Contoh:
Kerbau bukan bunga mawar (premis 1).
Kucing bukan bunga mawar (premis 2).
Kedua premis tersebut tidak mempunyai kesimpulan
Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan.

Contoh:
Semua ikan berdarah dingin.
Binatang ini berdarah dingin.
Maka, binatang ini adalah ikan?
Mungkin saja binatang melata.
Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya akan salah.

Contoh:
Rusa adalah binatang.(premis 1)
Kambing bukan rusa.(premis 2)
Kambing bukan binatang ?
Binatang pada konklusi merupakan term negatif sedangkan pada premis 1 bersifat positif
Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna ganda kesimpulan menjadi lain.

Contoh:
Bulan itu bersinar di langit.(mayor)
Febuari adalah bulan.(minor).
Febuari bersinar dilangit?
Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklsinya.

Contoh:
Kucing adalah binatang.(premis 1)
Domba adalah binatang.(premis 2)
Beringin adalah tumbuhan.(premis3)
Sawo adalah tumbuhan.(premis4)
Dari premis tersebut tidak dapat diturunkan kesimpulannya

Silogisme Hipotesis
Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Hukum-hukum Silogisme Hipotetik Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting menentukan kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar.

Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, maka hukum silogisme hipotetik adalah:
Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.
Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:
Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.

Contoh:
Jika hujan saya naik becak.(mayor)
Sekarang hujan.(minor)
Saya naik becak (konklusi).
Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya.

Contoh:
Jika hujan, bumi akan basah (mayor).
Sekarang bumi telah basah (minor).
Hujan telah turun (konklusi)
Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent.

Contoh:
Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul.
Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa.
Kegelisahan tidak akan timbul.
Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya.

Contoh:
Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.
Pihak penguasa tidak gelisah.
Mahasiswa tidak turun ke jalanan.

Silogisme alternatif
Adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh:
Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Nenek Sumi berada di Bandung.
Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Merupakan silogisme yang salah satu proposisinya dihilangkan tetapi proposisi tersebut dianggap ada dalam pikiran dan dianggap oleh orang lain. Entimen pada dasarnya adalah silogisme. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan.

Contoh entimen:
Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya
Premis mayor (MY)    :  manusia mahluk rasional
Premis minor (MN)     :  kucing bukan manusia
Kesimpulan (K)           :  kucing tidak rasional

Dapat diuraikan sebagai berikut :
Silogisme merupakan bentuk penalaran deduktif yang formal.
Proses penalaran dimulai dari premis mayor melalui premis minor sampai pada kesimpulan.
Strukturnya tetap: premis mayor, premis minor, kesimpulan.
Premis mayor berisi pernyataan umum.
Premis minor berisi pernyataan yang lebih khusus yang merupakan bagian premis mayor.
Kesimpulan dalam silogisme selalu lebih khusus daripada premisnya.

Berfikir Induktif
Penalaran induktif dilakukan terhadap fakta-fakta khusus untuk kemudian dirumuskan sebuah kesimpulan. Kesimpulan ini mencakup semua fakta yang khusus.

Contoh :
Sejak suaminya meninggal dunia dua tahun yang lalu, Ny. Ahmad sering   sakit. Setiap bulan ia pergi ke dokter memeriksakan sakitnya. Harta peninggalan suaminya semakin menipis untuk membeli obat dan biaya pemeriksaan, serta untuk biya hidup sehari-hari bersama tiga orang anaknya yang masih sekolah. Anaknya yang tertua dan adiknya masih kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta, sedangkan yang nomor tiga masih duduk di bangku SMA. Sungguh (kata kunci) berat beban hidupnya. (Ide pokok)

Seperti halnya penalaran duduktif, cara bernalar induktif juga terbagi kedalam beberapa macam. Yakni:

Generalisasi
Generalisasi ialah proses penalaranyang megandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum. Dari beberapa gejala dan data, kita ragu-ragu mengatakan bahwa “Lulusan sekolah A pintar-pintar.” Hal ini dapat kita simpulkan setelah beberapa data sebagai pernyataan memberikan gambaran seperti itu.

Contoh:
Jika dipanaskan, besi memuai.
Jika dipanaskan, tembaga memuai.
Jika dipanaskan, emas memuai.
Jadi, jika dipanaskan semua logam akan memuai.

Benar atau tidak benarnya rumusan kesimpulan secara generalisasi, itu dapat dilihat dari hal-hal berikut.:
Data itu harus memadai jumlahnya. Semakin banyak data yang dipaparkan, semakin benar simpulan yang diperoleh.
Data itu harus mewakili keseluruhan. Dari data yang sama itu akan dihasilkan simpulan yang benar.
Pengecualian perlu diperhitungkan karena data-data yang mempunyai sifat khusus tidak dapat dijadikan data.

Contoh generalisasi yang tidak sahih;
a.    Orang garut suka rujak
b.    Makan daging dapat menyebabkan penyakit darah tinggi.
c.    Orang malas akan kehilangan banyak rejeki.

Hipotese dan Teori
Generalisasi dan hipotese memiliki sifat yang tumpang tindih, namun membedakan kedua istilah tersebut sangat perlu. Hipotese (hypo ‘di bawah’, tithenai ‘menempatkan’) adalah semacam teori atau kesimpulan yang diterima sementara waktu untuk menerangkan fakta-fakta tertentu sebagai penuntun dalam meneliti fakta-fakta lain lebih lanjut  Dan sebaliknya, teori sebenarnya merupakan hipotese yang secara relatif lebih kuat sifatnya bila dibandingkan dengan hipotese.

Teori adalah azas-azas yang umum dan abstrak yang diterima secara ilmiah dan sekurang-kurangnya dapat dipercaya untuk menerangkan fenomena-fenomena yang ada. Sedangkan hipotese merupakan suatu dugaan yang bersifat sementara mengenai sebab-sebab atau relasi antara fenomena-fenomena, sedangkan teori merupakan hipotese yang telah diuji dan yang dapat diterapkan pada fenomena-fenomena yang releven atau sejenis. Untuk merumuskan hipotesa yang baik perhatikan ketentuan berikut:

  1. Memperhitungkan semua evidensi yang ada
  2. Bila tidak ada alasan lain, maka antara dua hipotesa yang mungkin diturunkan, lebih baik memilih hipotesa yang sederhana daripada yang rumit
  3. Sebuah hipotese tidak pernah terpisah dari semua pengetahuan dan pengalaman manusia
  4. Hipotese buka hanya menjelaskan fakta-fakta yang membentuknya,tetapi harus menjelaskan fakta-fakta sejenis yang belum diselidiki.
Analogi
Adalah cara bernalar dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.

Contoh:
Nina adalah lulusan akademi A.
Nina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Ali adalah lulusan akademi A.
Oleh sebab itu, Ali dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Tujuan penalaran secara analogi adalah sebagai berikut.
1.    Analogi dilakukan untuk meramalkan sesuatu.
2.    Analogi dilakukan untuk menyingkap suatu kekeliruan.
3.    Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi.

Hubungan kausal
Adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang memiliki pola hubungan sebab akibat. Misalnya, tombol ditekan, akibatnya bel berbunyi. Dalam kehidupan kita sehari-hari, hubungan kausal ini sering kita temukan. Hujan turun dan jalan-jalan becek. Ia kena penyakit kanker darah dan meninggal dunia. Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, terdapat tiga pola hubungan kausalitas. Yaitu sebagai berikut:

Sebab-Akibat
Sebab-akibat ini berpola A menyebabkan B. Disamping itu, hubungan ini dapat pula berpola A menyebabkan B, C, D, dan seterusnya. Jadi, efek dari satu peristiwa yang dianggap penyebab kadang-kadang lebih dari satu.
Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, diperlukan kemampuan penalaran seseorang untuk mendapatkan simpulan penalaran. Hal ini akan terlihat pada suatu penyebab yang tidak jelas terhadap sebuah akibat yang nyata. Kalau kita melihat sebiji buah mangga terjatuh dari batangnya, kita akan memperkirakan beberapa kemungkinan penyebabnya. Mungkin mangga itu ditimpa hujan, mungkin dihempas angin, dan mungkin pula dilempari anak-anak. Pastilah salah satu kemungkinana itu yang menjadi penyebabnya.

Akibat-Sebab
Dalam pola ini kita memulai dengan peristiwa yang menjadi akibat. Peristiwa itu kemudian kita analisis untuk dicari penyebabnya.
Contoh ;Kemarin pak maman tidak masuk kantor. Hari inipun tidak. Pagi tadi  istrinya pergi ke apotek membeli obat. Oleh karena itu, pasti Pak Maman sedang sakit.

Sebab Akibat -1 Akibat -2
Suatu penyebab dapat menyebabkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikianaalah seterusnya, hingga timbul arangkaian beberapa akibat.
Contoh:
Mulai bulan mei 2012, harga beberapa jenis BBM direncanakan akan mengalami kenaikan. Terutama premium dan solar. Hal ini karena pemerintah ingin mengurangi subsidi dengan harapan supaya ekonomi Indonesia kembali berlangsung normal. Dikarenakan harga bahan bakar naik, sudah barang tentu biaya angkutan pun akan naik pula. Jika biaya angkutan naik, harga barang pasti ikutn naik. Naiknya harga barang akan dirasakan berat oleh masyarakat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang harus diimbangi dengan usaha menaikan pendapatan rakyat.

Induksi dalam metode eksposisi
Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengangaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.

Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
·      Langkah menyusun eksposisi:
·      Menentukan topik/tema
·      Menetapkan tujuan
·      Mengumpulkan data dari berbagai sumber
·      Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
·      Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.

Kesimpulan
Dari berbagai penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa  Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian dalam prosesnya ada 2 macam yaitu penalaran Deduktif dan penalaran Induktif.

Penalaran Deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan fakta-fakta yang bersifat umum. Prosesnya disebut Deduksi. Jenis penalaran Deduktif ini diantaranya ada Silogisme dan Entinem.

Penalaran Induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus. Prosesnya disebut Induksi. Dalam penalaran Induktif ini ada 3 jenis penalaran Induktif yaitu Generalisai, Analogi, dan Hubungan sebab akibat ataupun hubungan akibat–sebab.

Referensi: